Indonesia unik

Inilah 5 Festival Budaya Adat di Kalimantan yang Wajib Disambangi

Inilah 5 Festival Budaya Adat di Kalimantan yang Wajib Disambangi

Traveltodayindonesia.com

Kalimantan memiliki budaya yang luar biasa indah. Masyarakat yang mendiami pulau

terbesar ketiga di dunia ini sangat beragam, dari mulai dayak, melayu, banjar, hingga masyarakat lainnya yang datang dari pulau lain di Indonesia.

Hal itu membuat kalimantan memiliki ragam budaya yang kaya. Budaya tersebut punya nilai seni yang tinggi. Oleh karena itu, memperkenalkan budaya kepada masyarakat dunia menjadi salah satu cara untuk melestarikan budaya nenek moyang.

Ada sedikitnya lima festival yang diadakan setiap tahun di berbagai daerah di kalimantan. Festival ini bukan hanya untuk melestarikan tradisi, tapi juga untuk memperkenalkan kultur kalimantan yang sangat indah dan menarik.

1. Festival Budaya Isen Mulang

Sportourism.id

Setiap tahun, festival budaya ini digelar di ibukota provinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) merupakan agenda tahunan Dinas Pariwisata Kalimantan Tengah untuk memeriahkan hari jadi Kalimantan Tengah pada bulan Mei.

Isen Mulang yang bermakna Pantang Mundur adalah semboyan dari Kalimantan Tengah. Festival ini juga disemarakkan dengan berbagai keanekaragaman budaya yang ada di Kalimantan Tengah saat ini. Seperti diadakannya karnaval, lomba permainan tradisional, dan pameran produk kesenian dan kerajinan lokal.

Calon wisatawan mesti jauh-jauh merencanakan berkunjung ke Kalimantan Tengah untuk melihat dari dekat festival yang biasanya diadakan pada bulan Mei setiap tahun.null

2. Pekan Gawai Dayak

Benarnews.org

Pekan Gawai Dayak adalah festival budaya yang diadakan setiap tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Festival yang sangat meriah ini diikuti oleh masyarakat dayak di Kalimantan, termasuk masyarakat dayak di Malaysia (Sarawak, Sabah, Kinabalu, dan Brunei).

Gawai Dayak bermulai dari tradisi adat dayak dalam menyambut musim panen yang melimpah. Ungkapan rasa syukur itu diwujudkan dalam kegiatan seperti tarian, makan bersama, perlombaan tradisional, dan berkumpulnya sanak saudara dari berbagai penjuru daerah.

Tidak hanya dihadiri oleh masyarakat asli dayak, Gawai Dayak juga selalu menarik minat para wisatawan untuk merasakan kemeriahan tersebut. Hal ini merupakan wujud penerimaan masyarakat dayak pada ragam budaya yang berbeda untuk bersama-sama bersyukur pada Yang Kuasa.

Calon wisatawan harus mempersiapkan diri sebelum mengunjungi Pontianak setiap pertengahan tahun, sebab festival ini diadakan selama satu pekan penuh.

3. Festival Babukung

Traveltodayindonesia.com

Bukung dalam bahasa Dayak Tomun bermakna topeng. Babukung bisa dimaknai sebagai kegiatan bertopeng sebagai tradisi saat adalah kematian. Sehingga babukung pada mulanya merupakan ritual kematian masyarakat dayak tomun.

Dayak tomun banyak bermukim di sekitar Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Masyarakat dayak di sini juga menggelar ritual kematian Tiwah untuk mengantar arwah (roh) orang yang telah wafat ke alam lainnya. Unik di Kabupaten Lamandau, ritual kematian itu juga diiringi oleh tradisi Babukung.

Kini Babukung dijadikan sebuah festival budaya untuk memperkenalkan budaya setempat kepada dunia. Menurut masyarakat setempat, festival topeng seperti ini hanya ada dua di dunia, yaitu di Afrika dan di Kabupaten Lamandau. Jadi, festival ini menjadi sesuatu yang unik dan menarik untuk dikunjungi.

Tahun ini, Festival Babukung diadakan pada 17 hingga 19 Juli 2018 di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Untuk menuju ke lokasi, calon wisatawan bisa berangkat dari Jakarta menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Penerbangan membutuhkan waktu 1 jam 20 menit.

Hanya perlu waktu sekitar 3 jam atau berjarak 147 kilometer dari kota Pangkalan Bun ke Nanga Bulik.

4. Festival Etnik Tabalong

Borneo-update.blogspot.com

Festival ini diselenggarakan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Jaraknya lumayan jauh dari Banjarmasin, sekitar 6 jam perjalanan darat atau sekitar 231 kilometer. Meskipun begitu, wisatawan tidak akan kecewa ketika menonton festival ini di kota Tanjung, ibukota Tabalong.

Tahun ini, festival etnik tabalong diselenggarakan sepekan pada 1 hingga 8 Juli 2018. Menampilkan karnaval kostum terutama dari budaya dayak dan banjar, festival etnik ini diperkirakan akan menarik minat wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Selain karnaval busana, juga ada kegiatan perlombaan, pameran kebudayaan lokal, musik, tarian, dan lain-lain. Bagian penggemar fotografi, tentu tidak akan melewatkan mengunjungi festival ini untuk mengabadikan berbagai momen menarik.

5. Festival Budaya Erau

Haloborneo.wordpress.com

Kota Tenggarong, di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur, juga memiliki festival yang mendunia. Festival ini dinamakan Festival Budaya Erau. Dalam bahasa kutai, erau atau eroh, berarti ramai, riuh, dan menggembirakan.

Festival ini setiap tahun bertujuan untuk memberikan gelar atau tanda jasa kepada masyarakat yang berjasa kepada kesultanan Kutai Kartanegara. Tak hanya itu, festival juga dimeriahkan dengan upacara adat, permainan tradisional, kulinera, pameran produk lokal, dan kesenian.

Festival Erau juga turut dihadiri oleh undangan dari berbagai negara, seperti Turki, Korea Selatan, Malaysia, dan lain-lain. Tahun ini Festival Budaya Erau diselenggarakan pada 20 sampai 28 Juli 2018 di Tenggarong. Untuk lebih lengkapnya bisa kunjungi visitkutaikartanegara.com.

Itulah lima festival yang mendunia di Kalimantan. Tertarik untuk segera berwisata ke Kalimantan?

Referensi gunung

10 Gunung Tempat Hiking Populer di Indonesia

Blog Cover ID - Tempat Hiking Populer

Coba hiking di gunung-gunung favorit pendaki di Indonesia!

Social distancing dan gerakan #dirumahaja yang udah kita jalani selama hampir 2 bulan terakhir ini pasti bikin kamu kangen banget sama alam. Mungkin, kamu pun jadi terpikir untuk merencanakan hiking ke gunung sekalian mencoba hal baru setelah pandemi berakhir nanti. Tapi kamu mungkin akan bertanya-tanya: di mana tempat hiking yang ideal buat kita coba ya?Untuk mempermudah kamu dalam mempertimbangkan gunung mana yang jadi tempat hiking yang akan kamu coba setelah pandemi virus corona ini berakhir, Klook sudah mengumpulkan daftar 10 gunung tempat hiking populer di Indonesia. Sebagian dalam daftar ini ramah untuk pemula kok, jadi kamu enggak perlu takut untuk mencoba naik gunung!

1. Gunung Semeru

Ranu Kumbolo Semeru

Indahnya Ranu Kumbolo, salah satu camp site di Semeru (Kredit Foto: Nofi Sofyan Hadi via Unsplash)Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dan bisa dibilang merupakan yang terpopuler di Indonesia, tentu saja berkat novel serta film “5 cm”. Gunung ini bahkan juga pernah diangkat oleh Dewa 19 menjadi lagu berjudul “Mahameru”, lho.Film “5 cm” memang benar-benar mengangkat gunung ini menjadi tempat hiking populer baik bagi pecinta gunung maupun pemula. Namun perlu diketahui buat kamu yang baru akan pertama kali naik gunung, Semeru cukup sulit untuk didaki terlebih jika kamu hendak ke puncaknya. Sebagian pendaki terlebih yang pemula biasanya berhenti di Ranu Kumbolo, sebuah danau serta camp site paling terkenal di gunung ini.

2. Gunung Gede

Jalur Hiking Gunung Gede

Salah satu jalur trekking di Gunung Gede.Lokasi Gunung Gede yang berada di Jawa Barat membuat gunung ini menjadi tempat hiking yang sangat populer bagi para pecinta gunung di Jakarta dan Jawa Barat. Apalagi, pemandangan di gunung ini sangat indah, terlebih di Alun-Alun Suryakencana, padang savana yang dihiasi bunga edelweiss yang magis.Dikarenakan medannya yang tidak bisa dibilang ringan, sangat disarankan mendaki Gunung Gede dengan pemandu jika kamu pemula, atau bersama teman-teman yang sudah sering naik Gunung Gede sebelumnya. Coba Pengalaman Hiking 2 Hari 1 Malam ke Gunung Gede Di Sini

3. Gunung Bromo

Sunrise di Gunung Bromo

Sunrise di Gunung Bromo.Gunung Bromo bisa dibilang merupakan gunung yang paling mudah didaki di antara gunung lainnya dalam daftar ini. Maklum, sebagian besar perjalanan memang bisa ditempuh dengan mobil jeep, dan sisanya adalah perpaduan pendakian di atas pasir dan tangga hingga ke bibir kawah Bromo.Mayoritas traveler mengunjungi Gunung Bromo untuk melihat matahari terbit dan pulang setelah hiking ke puncak Gunung Bromo. Meski begitu, kamu juga bisa menginap atau camping di Gunung Bromo untuk pengalaman yang lebih seru dan lama di atas Bromo.Camping 2 Hari 1 Malam di Gunung Bromo Ternyata Juga Seru!

4. Gunung Ijen

Belerang di Kawah Ijen

Api biru dan belerang jadi daya tarik utama Kawah Ijen.Gunung yang lebih terkenal karena kawahnya yang unik ini tengah naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Yup, berkat keberadaan wisata Kawah Ijen yang terkenal dengan api birunya, jumlah turis yang datang dan hiking ke Gunung Ijen pun terus bertambah jumlahnya.Pendakian ke atas Kawah Ijen juga relatif tidak terlalu sulit dengan jarak tempuh sekitar 3 km dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Meski begitu, pastikan kamu mempersiapkan fisik terlebih dahulu ya sebelum mendaki gunung ini!Kamu Bisa Mengunjungi Ijen dari Surabaya, Malang, atau Banyuwangi dengan Paket Tour Ini

5. Gunung Prau

Gunung Prau

Gunung Prau terkenal sebagai salah satu gunung tempat hiking yang cocok untuk pendaki pemula. Hal ini karena Gunung Prau memang tidak terlalu tinggi (2.565 mdpl) namun punya pemandangan yang tak kalah indah dengan gunung-gunung yang lebih tinggi darinya.Apalagi, Gunung Prau terletak tepat di dekat Dataran Tinggi Dieng, yang juga jadi salah satu primadona wisata alam di Jawa Tengah. Oh, dari puncak Prau, kamu bisa mendapatkan pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro lho!

6. Gunung Sumbing

Gunung Sumbing

Pemandangan dari atas Gunung Sumbing dalam perjalanan turun.Merupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa, Gunung Sumbing adalah pilihan bagi para pecinta gunung di Jawa Tengah yang ingin pendakian yang lebih menantang daripada Gunung Prau. Waktu tempuh untuk menuju puncak pun cukup lama, sekitar 8-9 jam. Meski begitu, keindahan alam yang terpampang di puncak akan membayar rasa lelahmu setelah berjam-jam mendaki.

7. Gunung Papandayan

Hutan Mati Gunung Papandayan

Seperti Gunung Prau, Gunung Papandayan juga merupakan gunung yang dikenal sebagai tempat hiking untuk pendaki pemula. Dengan ketinggian yang tak jauh beda dengan Prau, jalur pendakian di Papandayan bisa dibilang tidak tidak seberat gunung lainnya dalam daftar ini.Meski begitu, jangan remehkan pesona pemandangan yang ditawarkan Papandayan, terlebih Hutan Mati-nya yang ikonik. Dijamin akan bikin pendaki pemula ketagihan buat hiking naik gunung lagi.Pertama Kali Hiking ke Gunung? Coba ke Papandayan dengan Paket Camping Ini

8. Gunung Rinjani

Segara Anak Gunung Rinjani

Kredit Foto: David Wollschlegel via UnsplashKeluar dari Pulau Jawa, Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Bagian paling terkenal dari Rinjani tentu saja pemandangan Segara Anak yang indah, yang memberikan sensasi berbeda dibanding pemandangan di gunung-gunung lainnya.Sstt.. Bersama Gunung Batur, Gunung Sewu, dan Taman Bumi Ciletuh-Palabuhanratu, Rinjani masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks, lho, sebagai situs geologis luar biasa yang sangat penting untuk dijaga.Nikmati Rinjani Selama 2 Hari 1 Malam dengan Paket Tour Ini

9. Gunung Batur

Gunung Batur

Gunung Batur adalah gunung berapi aktif di Pulau Bali, dan merupakan salah satu tempat wisata alam favorit turis juga di Bali. Gunung ini menjadi tempat hiking ideal untuk para turis yang ingin melihat keindahan alam Bali selain pantainya.Gunung ini juga cukup ramah bagi pemula, karena waktu hiking untuk sampai ke puncak hanya sekitar 2 jam. Makanya, banyak banget wisatawan yang mau mendaki Gunung Batur untuk melihat keindahan matahari terbit di pagi hari, lho!Jajal Pengalaman Trekking untuk Menikmati Matahari Terbit di Atas Gunung Batur!

10 Ide Liburan Anti Mainstream di Berbagai Tempat Wisata di Bali!Kalau kamu udah mencoba berbagai hal populer di Bali, kenapa gak coba berbagai aktivitas liburan di Bali yang anti mainstream?

10. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu

Kredit Foto: (Philip Lindberg via Unsplash)Gunung Merbabu adalah salah satu gunung dengan pendakian yang sangat menantang dalam daftar ini karena terkenal dengan sumber air yang minim. Oleh karena itu, bagi kamu yang tertarik untuk mendaki Gunung Merbabu, sangat disarankan untuk menyiapkan perbekalan yang cukup, terutama air minum, sebelum naik.Jalur untuk ke puncak Gunung Merbabu juga cukup menantang, apalagi jika kamu harus melewati Jembatan Setan yang sempit dan sangat curam. Jadi, pastikan kamu pergi dengan teman atau pemandu yang sudah hapal banget dengan trek gunung ini, ya!

Tertarik Untuk Naik Gunung Pertama Kalinya? Gunakan Pemandu atau Ikut Paket Tour, Saja

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur

Jika tertarik untuk mendaki beberapa gunung di atas tetapi masih ragu karena kamu belum pernah naik gunung sebelumnya, Klook sangat menyarankan kamu untuk mencari pemandu profesional atau mengikuti paket tour. Misalnya, paket private tour selama 2 hari 1 malam ke Gunung Gede di Klook ini.Sebab, setiap paket tour umumnya sudah termasuk pemandu, porter, transportasi pulang-pergi, hingga berbagai perlengkapan camping termasuk tenda, makan besar, hingga perlengkapan P3K. Jadi, kamu enggak perlu bingung lagi harus bawa apa aja, cukup bawa kebutuhan pribadi kamu aja untuk selama perjalanan.Ini tentu akan memudahkan kamu yang pemula untuk mencoba naik gunung untuk pertama kalinya. Atau kalau

Wisata jawa tengah

WISATA PURWOKERTO : SAAT KEPERCAYAAN WISATA DI PURWOKERTO HARUS DIJAGA

Mbak Yuli (kanan) dan Mbak Ira (paling kiri) sedang menanam padi bersama masyarakat
Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas   

Yes, inilah kesempatan keduaku pada mereka yang setia mencari informasi seputar informasi wisata di Kabupaten Banyumas. Kesempatan kedua karena sebelumnya, dari tiga yang datang kemarin, satu sudah pernah kuantarkan menjelajah di Kabupaten Banyumas. (lihat tulisan sebelumnya : klik di sini)

Sungguh, keramahan selalu kutawarkan sebagai sejati-sejatinya orang Banyumas yang blakasuta. Tanpa tedeng aling-aling, dan bicara apa adanya tentang keindahan Kabupaten Banyumas.

Untuk the best moment, dan untuk yang hebat, selalu ada perjuangan untuk memberikan yang terbaik. Memberi akses yang lebih mudah, penuh dengan gaya. Buatlah keyakinan bahwa akan mendapatkan segala yang diinginkan dengan banyak pilihan.

Adanya berbagai keramahan masyarakatnya, ragam budayanya, ragam pesona alam dengan track yang bakal tak terlupa memberikan sensasi yang unik di kota yang cocok untuk menginap ini.

Yakini itu, dan always be proud of #lovepurwokerto.

Say thanks to miss @yuliaspina, @irawatisantoso, and the last, Mama Leony yang memberi makna hidup bahwa di usianya yang sudah tak lagi muda, 75 tahun, semangat travelling masih menggebu. Sebuah jalan yang masih begitu panjang untuk terus dipelajari kami yang masih muda.

Sehat selalu untuk semuanya.

Spesial days to #journey (19-20/7/2016) from the crowded city, Jakarta, Batam.

For Private Journey :
Sms/wa/phone : 085647732345 (tatang)

Yang sederhana adalah membuat tertawa dalama kebahagiaan wisata 

Lansekep Terasering di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas 
Add caption

5 Letusan Gunung Terdahsyat Di Dunia, Salah Satunya Terjadi Di Indonesia!

letusan gunung terdahsyat di dunia

Berdasarkan sejarah, tercatat ada banyak letusan gunung terdahsyat di dunia dan di antaranya ada yang menelan lebih dari 100 ribu korban jiwa.

Letusan gunung berapi tidak bisa secara persis diperkirakan, sehingga hal ini menjadi bencana yang sangat berbahaya bagi umat manusia.

Apalagi letusan gunung yang sangat besar mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan sekitar.

Menariknya, Indonesia tercatat sebagai wilayah yang menjadi rekam sejarah letusan gunung berapi dahsyat.

Berikut ini letusan gunung berapi terdahsyat yang tercatat dalam sejarah dunia…

Letusan Gunung Terdahsyat di Dunia

1. Letusan Gunung Vesuvius, Italia (79 Masehi)

gunung vesuvius

sumber: pompeiitours.it

Gunung Vesuvius di Italaia tercatat sudah beberapa kali meletus. Namun, letusan terdahsyat terjadi pada 79 Masehi.

Kisah letusan gunung ini pun sangat terkenal. Terjadi pada tanggal 24 Agustus pada masa itu, letusannya melenyapkan dua kota sekaligus.

Dua kota tersebut adalah Kota Pompeii dan Herculaneum yang diketahui tertimbun debu selama sekitar 1.600 tahun.

Mengutip dari Australian Geographic, dua kota tersebut baru ditemukan pada tahun 1595.

Letusan dahsyat Gunung Vesuvius diperkirakan menelan sebanyak 16 ribu lebih korban jiwa.

2. Letusan Gunung Unzen, Jepang (1792)

gunung unzen

sumber: springer.com

Letusan Gunung Unzen disebut-sebut sebagai letusan gunung terdahsyat di Jepang sampai menghancurkan kubah gunung dan menghasilkan longsor yang besar.

Tak cukup sampai disitu, longsoran tersebut memicu terjadinya tsunami vulkanik dengan ketinggian mencapai 100 meter.

Diperkirakan 15 ribu lebih korban jiwa melayang akibat letusan Gunung Unzen.

3. Letusan Gunung Tambora, Indonesia (1815)

gunung tambora

sumber: treehugger.com

Gunung Tambora tercatat sebagai gunung dengan letusan terdahsyat dalam kurun waktu sepuluh ribu tahun terakhir.

Tak tanggung-tanggung, letusannya diperkirakan menewaskan lebih daru 100 ribu jiwa dan mengakibatkan perubahan iklim secara global.

Salah satu belahan bumi yang terdampak parah adalah Eropa, sampai-sampai pada tahun 1816 menjadi tahun tanpa musim panas.

4. Letusan Gunung Krakatau, Indonesia (1833)

gunung krakatau

sumber: howstuffworks.com

Kekuatan letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada 1833 diperkirakan memiliki daya ledak setara dengan 30.000 atom Nagasaki dan Hiroshima.

Akibat letusan tersebut, lebih dari 36.000 ribu jiwa meninggal akibat terjangan awan panas dan tsunami dahsyat.

Bahkan suara letusannya terdengar sampai Benua Afrika yang berjarak 4.653 kilometer.

Setelah letusan tersebut terjadi, Bumi menjadi gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanik yang menutupi atmosfer.

5. Letusan Gunung Pelée, Karibia (1902)

gunung pelee

sumber: devastatingdisasters.com

Letusan Gunung Pelée dianggap sebagai letusan gunung terdahsyat dan terburuk pada abad ke-20.

Pada awalnya gunung tersebut dianggap tidak aktif, hingga pada 8 Mei 1902 menghancurkan Kota St. Pierre.

Diperkirakan lebih dari 28.000 jiwa melayang dan hanya 3 orang yang berhasil selamat dari letusan tersebut.

***

Semoga bermanfaat ya…

Jangan dibaca kalau sendirian!!

5 Cerita Seram Pendaki Gunung Yang Menggegerkan Satu Indonesia. Bikin Nggak Bisa Tidur!

cerita seram pendaki gunung

3menit

Ada banyak sekali cerita seram mengenai pendaki gunung di Indonesia. Beberapanya sempat mencuat dan menjadi perbincangan banyak orang. Bila kamu penakut, lebih baik jangan membaca artikel ini!

Alam Indonesia terkenal dengan keindahannya dan kerap membuat banyak orang takjub.

Termasuk keelokan pegunungan yang membentang di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Namun demikian, di balik keindahan pegunungan tersebut, selalu ada bumbu mistis dan diselimuti cerita horor yang menyeramkan.

Hal ini kian diperkuat setelah banyak kejadian yang menimpa pendaki di gunung-gunung tertentu.

Paling sering terjadi adalah tersesat hingga hilang berhari-hari…

Sampai-sampai pihak terkait harus turun tangan untuk mencari pendaki gunung yang ‘hilang’ itu.

Ingin tahu, cerita seram mengenai pendaki gunung yang sempat menggegerkan publik?

Melansir berbagai sumber, kompilasi kisahnya akan disajikan lewat poin-poin di bawah ini!

5 Cerita Seram Pendaki Gunung

1. Gunung Merbabu

misteri gunung merbabu

ungarannews.com

Cerita pertama berasal dari Gunung Merbabu, di Jawa Tengah.

Gunung yang memiliki ketinggian 3,142 meter di atas permukaan laut ini, masyhur dengan keindahan alamnya.

Akan tetapi di balik itu semua, Merbabu simpan banyak kisah misteri.

Melansir laman kumparan.com, beberapa cerita mengenai Gunung Merbabu diungkapkan oleh para pendaki.

Bila diringkas, cerita-cerita itu antara lain…

Anak-anak yang sering terlihat berlari di jembatan setan, bayangan misterius di Sabana I, ada Hanoman di jalur hutan pinus, hingga penampakan kuntilanak bergelayut di kaki pendaki.

2. Gunung Ciremai

misteri gunung ciremai

kompas.com

Sumber: travelspromo.com

Kemudian ada kisah dari Gunung Ciremai.

Ia merupakan salah satu gunung tertinggi yang berada di Provinsi Jawa Barat.

Mengutip laman lipunta6.com, ada kisah menakutkan yang pernah diungkapkan oleh para pendaki.

Cerita-cerita itu seperti terdengarnya suara gamelan yang nyaring, penampakan sosok Nyi Linggi, dan cerita aneh di luar nalar lainnya.

Tidak jarang, banyak pendaki yang bercerita jika temannya dirasuki roh halus saat mendaki Gunung Ciremai.

3. Gunung Lawu

misteri gunung lawu

kompas.com

Pesona alam Gunung Lawu tak bisa dibantahkan…

Akan tetapi, gunung ini pun kerap menyimpan kisah seram di dalamnya.

Seperti yang dituturkan oleh Faiz, pendaki asal Jakarta yang bercerita seramnya mendaki Gunung Lawu lewat channel youtube RJL 5.null

Konon, saat melakukan pendakian ada banyak hal yang janggal, salah satunya Faiz bertemu dengan hantu bermuka rata.

4. Gunung Bawakaraeng

misteri Gunung Bawakaraeng

lontar.id

Kisah mistis Gunung Bawakaraeng berpusat pada sebuah tempat yang bernama ‘pasar jin’.

Lokasi mistis tersebut berupa tanah lapang yang di kelilingi pohon rimbun.

Mitos yang beredar mengenai tampat itu ialah larangan mendirikan tenda di lokasi ‘pasar jin’.

Jika bebal dan memasang tenda, hal aneh dan mistis akan datang sendirinya!

Tak hanya itu, banyak pula pendaki Gunung Bawakaraeng yang tersesat dan seakan dibawa ke alam gaib.

5. Gunung Salak

misteri gunung salak

tribunnews.com

Cerita terakhir ada di Gunung Salak, Jawa Barat.

Gunung ini memang sangat terkenal dengan berbagai misteri dan kisah menyeramkan.

Pengalaman mistis di Gunung Salak pun pernah dirasakan oleh selebritis Adinda Thomas.

Melansir laman fimela.com, pada tahun 2018 silam Adinda dan teman-temannya pernah mendaki Gunung Salak.

Namun, pada malam pertama saat mendirikan tenda, ia dan rekannya tersebut mengalami hal menyeramkan.

Di dalam tenda yang ia buat, konon ada sesuatu yang berukuran besar dan memiliki aura seram

Beruntung, aura seram itu hilang bersamaan dengan datangnya sinar matahari.

***

Itulah beberapa cerita horor pendaki gunung yang sempat menjadi perbincangan khalayak luas.

Semoga bermanfaat.

Ruang cerita

PENDAKIAN GUNUNG SLAMET VIA BAMBANGAN

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa. Dengan ketinggian 3428 mdpl, gunung ini memiliki julukan sebagai atap Jawa Tengah. Banyak pendaki yang memutuskan untuk menaklukan gunung ini. Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan pada akhir pekan pun ramai oleh para pendaki.

Dengan keramaian tersebut, tentunya pihak pengelola dari pendakian Gunung Slamet tidak ingin menimbulkan adanya cluster baru penyebaran COVID-19. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pihak pendakian memberikan syarat kepada para pendaki untuk membawa surat keterangan sehat untuk pendaki yang mana masih satu provinsi. Untuk para pendaki dari luar provinsi diharapkan melakukan rapid-test dan membawa surat hasil pemeriksaan tersebut.

Kami rombongan dari Yogyakarta dengan sebelas orang menuju basecamp berangkat pukul 15.30 WIB. Perjalanan ke basecamp pada Maps menempuh waktu sekitar 5 jam. Dengan melewati sekitar 3-4 kabupaten/kota antara lain: Magelang, Wonosobo, Banjarnegara dan Banyumas. Namun, pada kenyataannya, perjalanan menghabiskan waktu 9 jam, dimana hal itu terjadi karena kondisi jalan yang licin, gelap, berliku dan berlubang sehingga kami harus extra pelan-pelan agar tetap safety. Kendala lain seperti ban bocor pun tak lupa ikut serta. Hingga akhirnya sekitar pukul 00.30 rombongan kami baru sampai di basecamp Bu Kuat.

Munculnya fajar dengan balutan suasana yang dingin membangunkan kami, seakan menyuruh untuk bergegas bangun dan bersiap-siap untuk menaklukan puncak Gunung Slamet. Pukul 05.00 pagi, semua bangun dengan keadaan yang semangat tentunya. Semua pun sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang merapikan barang, memutar music, beribadah, hingga buang hajat. Seringkali orang menyepelekan buang hajat. Sedikit tips dan trik untuk kalian yang akan mendaki, usahakan untuk membuang hajat terlebih dahulu sebelum tracking. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu perjalanan kalian.

Setelah semua siap, semua bergegas mengisi energy dengan sarapan. Yang menarik dari menu di basecamp pendakian Gunung Slamet adalah tempe goreng khas Purbalingga yang digoreng dengan tepung berwarna putih dengan sedikit potongan muncang. Tempe goreng ini cukup menarik karena dia tetap crispy dan renyah ketika suasana dingin yang membuat badan menggigil.

Tepat pukul 07.00 pagi, registrasi di pendakian Gunung Slamet dibuka. Untuk administrasinya sendiri nanti para pendaki dimohon untuk membayar SIMAKSI sebanyak Rp.20.000 per pendaki. Selain itu, untuk ketua rombongan diharapkan menyerahkan kartu identitas sebagai identitas kelompok. Nah, setelah regis, nantinya kita akan mengisi daftar barang bawaan yang dibawa, seperti gas, kompor, logistik, dan yang lainnya.

Setelah bagian administrasi beres, semua pun bersiap. Untuk keberangkatan sendiri, rombongan kami dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama berisikan 5 orang yang akan berangkat terlebih dahulu dengan tujuan untuk mencari tempat untuk ngecamp. karena pendakian ramai banget guys! Kloter kedua berisi 6 orang nantinya bakal melakukan plotting di banyak titik selama pendakian untuk membuat peta jalur pendakian.

Kloter pertama berangkat duluu! Eh, sebelumnya foto dulu yuk, chees!!

Rombongan kedua berangkat selang 30 menit dari kloter pertama. Sebelum berangkat, kami briefing terlebih dahulu. Pembagian tugas selama tracking didiskusikan pada saat itu juga. Ada yang bertugas untuk mengeplot di GPS, mencatat plotting untuk back-up dan bagian dokumentasi. Setelah semua beres, kami mulai melangkah dengan penuh semangat untuk menaklukan puncak Gunung Slamet.

BASECAMP – POS 1

Saat keluar dari gapura Bambangan, terlihat tukang ojek yang berjejer menawarkan jasanya. Namun karena kami merupakan pendaki yang tangguh, kami memutuskan untuk “gak dulu” untuk jasa ojek yang ada. Langkah pertama kami mulai dipijak, terlihat hamparan kebun milik warga lokal yang sedang tumbuh berada di kanan dan kiri jalan. Perkebunan tersebut sangatlah beragam, ada kol, muncang, bayam hingga strawberry. Hijaunya dedaunan menyejukkan mata sekali. Semesta, kau sangat indah! 🙂

Setelah melewati perkebunan warga, nantinya akan sampai kita di Pos Ojek. Jadi, Ojek yang ada di awal Gapura tidak mengantar para pendaki hingga Pos 1, hanya sampai Pos Ojek saja yang jaraknya tidak terlalu jauh dari gapura. Untuk biaya ojek nya sendiri sekitar 15-20 ribu rupiah. Setelah melewati Pos Ojek, tracking menuju puncak sudah mulai dengan vegetasi tertutup dengan kenampakan pohon hutan yang tinggi dengan jalan sudah tanah, bukan cor-coran seperti area perkebunan warga.

Jarak menuju Pos 1 pada selebaran yang diberikan oleh pihak pengelola pendakian merupakan jarak terpanjang antar Pos. Pada perjalanan awal, nantinya akan ditemukan sebuah sungai kecil yang dialiri air dengan debit yang kecil dan tidak berbahaya. Setelah itu, tracking menuju Pos 1 didominasi dengan tanjakan yang curam. Untuk pemula mungkin ini termasuk tracking yang cukup berat, karena jalan yang ada benar-benar curam. Jalur pendakian ini pure dari tanah, tidak ada campuran dengan batu. Jadi untuk kalian yang akan mendaki di musim hujan harap berhati-hati karena jalan akan sangat licin, guys!

Suara nafas yang mulai terengah-engah pun mulai terdengar di telinga. Perjalanan menuju Pos 1 sangatlah melelahkan, namun sebagai mapala yang kuat, kami pantang menyerah sebelum bertemu Pos 1. Semakin jauh perjalanan ternyata sangat menantang trackingnya teman-teman! Jalur pendakian benar-benar curam dan menanjak. Namun, saat mengembalikan badan, semua lelah terbayar oleh pemandangan yang indah dengan balutan kabut yang sangat cantik.

Setelah melalui perjalanan yang panjang dan curam, kami melihat ada warung milik warga lokal, betapa senangnya hati kami. Kami mengira bahwa itu adalah Pos 1. Namun, ternyata itu adalah Pos Bayangan 1. Kami pun merasa sedikit kecewa. Dari basecamp hingga Pos Bayangan 1 membutuhkan waktu sekitar 1 jam 48 menit. Karena baru saja kami istirahat, kami pun memutuskan untuk tidak berhenti di Pos Bayangan tersebut. Kami melanjutkan perjalanan kami dengan semangat yang membara.

Tracking pada Pos Bayangan menuju Pos 1 masih sama, yaitu curam dan menanjak. Di saat pendakian, kami bertemu dengan banyak pendaki, dari masing-masing kami pun saling sapa dan memberikan semangat. Menghabiskan waktu akhir pekan untuk menaklukan puncak Gunung Slamet mungkin menjadi alternatif untuk mereka melepas penat dari hiruk pikuknya dunia. Kami pun secara bergantian berjalan menyusuri jalur pendakian.

Setelah melewati tracking yang panjang, akhirnya kami sampai di Pos 1 (Pondok Gembirung) berada pada ketinggian 1937 mdpl. Dari Pos Bayangan 1 hingga Pos 1 kami menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Jika diakumulasikan, maka dari basecamp hingga Pos 1 kami menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Di Pos 1 ini terdapat beberapa gubuk milik warga lokal yang dijadikan sebagai warung. Terdapat berbagai menu yang disajikan seperti mendoan, es nutrisari, kopi, susu hingga yang paling menyegarkan adalah buah semangka. Buah ini menjadi primadona pada pendakian Gunung Slamet karena saat disantap benar-benar menyejukkan tenggorokan. Rasanya, ahh mantap!

POS 1 – POS 2

            Setelah beristirahat kurang lebih 15 menit, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pos 2. Tidak jauh dari Pos 1, nanti akan ada persimpangan jalan, karena memang kesalahan kami yang tidak bertanya kepada pendaki lain/warga lokal, kami pun memilih jalan yang medannya sulit 🙂 Jika kalian menemukan persimpangan ini, pilih jalur yang kanan ya teman-teman! Karena jalur ini lebih friendly dan enakeun. Semakin ke atas, medan yang kami lalui semakin sulit! Sedikit gerimis mengguyur bumi, hingga membuat jalur pendakian sedikit licin. Harus extra hati-hati ya guys, karena jalur ini benar-benar tanah yang jika terkena air akan membuat kita mudah terpeleset.

Jalan yang sedikit licin dengan medan yang sangat curam dan menanjak benar-benar membuat kami harus bersabar. Jalur yang ada terkadang terlihat seperti jalan air (selokan) yang terdapat tapak kaki yang mana itu merupakan bekas langkah dari pendaki lain. Pokoknya, harus extra hati-hati ya guys!

Setelah melewati jalan yang licin, sampailah kami di Pos 2. Pos 2 (Pondok Walang) berada di ketinggian 2256 mdpl. Dari Pos 1 hingga Pos 2 menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Sama halnya dengan Pos 1, di pos ini terdapat gubuk-gubuk warga lokal yang berjualan makanan dan minuman. Untuk Pos 2 ini belum bisa dibuat tempat camp ya teman-teman.

Sambil istirahat, kami pun masih berupaya menghubungi kloter pertama dengan menggunakan HT. Namun apa daya, HT yang kami bawa tidak dapat tersambung dengan HT milik kloter pertama. Harap-harap cemas dari kami agar bisa bertemu dengan kloter pertama. Karena bahan makanan kebanyakan berada di kloter pertama 🙁

POS 2 – POS 3

            Setelah istirahat dan beribadah, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Hujan deras pun mengguyur jalur pendakian. Kami putuskan untuk memakai ponco. Sangat riweuh ketika kami harus tracking dengan jalur yang menanjak dan curam menggunakan ponco, karena itu lah ada beberapa dari kami yang memutuskan untuk memakai korsa dan topi saja. Eits, tapi jangan ditiru ya teman-teman! Karena hal tersebut tidak safety.

Setengah perjalanan telah kami lalui, sampailah kami di Pos Bayangan 2. Pada Pos ini terdapat satu gubuk/warung yang tidak terlalu ramai. Di Pos ini juga terdapat persimpangan dua jalur pendakian, yaitu pendakian via Bambangan Kabupaten Purbalingga dengan jalur pendakian Dipajaya Kabupaten Pemalang. Diharapkan teman-teman pendaki jangan sampai keliru ya saat memilih jalur pendakian.

Saat semua sudah bersiap, kami pun melanjutkan perjalanan. Jalur pendakian menuju Pos 3 masih sama, masih menanjak dan curam. Saat kami berjalan, tanpa disadari terdapat hewan lokal hutan ini yang sangat menggemaskan. Ada lutungnya guys! Lucu sekali, mereka bergelantungan kesana kemari di ranting pohon. Kami pun berusaha untuk mengambil gambar dari hewan yang imut ini, namun karena jarak pandang yang jauh dan lutung yang tidak mau diam, gambarnya belum bisa kami tampilkan 🙁

Langit mulai teduh dan kami belum mendapatkan kabar dari kloter pertama. Was-was sekali. Takut jika kami tidak dapat camp pada satu area yang sama.

Dengan langkah yang mulai melambat, kami dari jarak jauh melihat warna-warni dome dan suara berisik. Wah, senangnya hati ini. Itu Pos 3! Pada area ini, Pos 3 (Pondok Cemara) berada pada ketinggian 2510 mdpl. Dari Pos 2 hingga Pos 3 menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Saat beristirahat di gubuk warga, kami sambil melihat sekitar, siapa tau kami dapat menemukan dome milik kloter pertama. Namun sayangnya, pada sekitaran tempat kami beristirahat, tidak ditemukan dome yang kami cari. Mas Reza, Mas Aldo, Mbak Regina, Mbak Berli, Mbak Nadhifa, kalian di mana??!

Saat sedang beristirahat, tiba-tiba kami melihat Mas Aldo! Wah senang dan leganya. Ternyata kloter pertama pun membangun camp di Pos 3. Akhirnya kami bergegas kesana dan membangun camp.

Dome yang kami bawa terlalu besar, kurang sedikit pas jika dibangun di area Camp di Pos 3. Namun, dome yang layak hanyalah dome tersebut, jadi kami pun tidak terlalu menyesali hal tersebut.

Pos 3 merupakan camp area pertama yang dapat digunakan oleh para pendaki untuk membangun tenda. Pada Pos ini juga terdapat mata air yang dapat dimanfaatkan. Untuk kalian yang kekurangan air, bisa ambil di Pos 3 ya! Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya 3 menit jalan kaki dari warung warga.

Setelah dome kami dibangun, lalu kami merapikan barang dan memasak. Menu kali ini adalah soto nugget. Hawa dingin di Gunung Slamet hilang oleh hangatnya kuah soto. Hmm enaknya! Setelah semua makan dan merapikan barang, semua pun lanjut beristirahat untuk bangun pagi dan summit.

POS 3 – POS 4

            Pukul 01.00 pagi, semua bangun dan bersiap untuk menuju puncak Gunung Slamet. Kami memutuskan untuk summit di dini hari agar tidak menurunkan mental kami. Sebelum berangkat, kami lakukan briefing dan doa terlebih dahulu. Untuk summit, kami jadikan satu kloter yang berisi 10 orang. Salah satu teman kami tidak bisa ikut summit karena ada suatu halangan. Semua siap, lalu kita pun berangkat.

Perjalanan menuju Pos 4 (Samaranthu) menghabiskan waktu sekitar 45 menit dengan ketinggian 2688 mdpl. Menurut kepercayaan warga lokal dan para pendaki lain, Pos ini memiliki cerita mistis yang membuat buluk kuduk merinding. Untuk kalian para pendaki, diusahakan untuk tidak membangun camp di Pos ini ya! Karena dari pihak basecamp pun tidak memperbolehkan. Tracking menuju Pos 4 masih menanjak dan curam. Nantinya kalian pun akan melewati jalan seperti lorong. Gelap dan sempit.

POS 4 – POS 5

            Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan segera meninggalkan Pos 4. Perjalanan setelah Pos 4 dilalui dengan jalan lorong yang sempit, dengan vegetasi tertutup berupa pohon yang besar dan tinggi serta semak-semak belukar. Setelah melakukan perjalanan selama 55 menit, akhirnya kami sampai di Pos 5 (Samyang Rangkah) pada ketinggian 2795 mdpl.

Pada Pos 5 ini ramai sekali para pendaki yang membangun camp. Area ini sangat ideal untuk membangun camp karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dari puncak. Pos 5 lebih luas dari Pos 3. Di sekitar area camp juga terdapat gubuk milik warga lokal yang menyediakan makanan dan minuman. Nampaknya warung disini berjualan 24 jam nonstop. Karena memang pada akhir pekan jalur pendakian sangatlah ramai, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan.

 POS 5 – POS 6

            Setelah dirasa istirahatnya cukup, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pos 6. Jalur pendakian menuju Pos 6 lebih menanjak dari jalur-jalur sebelumnya. Banyak juga pohon besar yang tumbang yang menghalangi jalan. Jalur seperti lorong yang sempit pun juga masih banyak ditemukan di jalur pendakian menuju Pos 6

Dari Pos 5 hingga Pos 6, rombongan kami menghabiskan waktu sekitar 40 menit. Pos 6 (Samyang Ketebonan) berada pada ketinggian 2909 mdpl. Pada daerah ini tidak terlalu luas, sehingga tidak direkomendasikan untuk membangun camp disini. Pos 6 juga tidak ada warung milik warga lokal ya teman-teman.

 POS 6 – POS 7

Karena baru saja beristirahat, kami langsung melanjutkan perjalanan kami. Jalur menuju Pos 6 tadi yang lebih menanjak dari pos pos sebelumnya ternyata belum seberapa dari menanjaknya jalur menuju Pos 7. Disini jalur menanjak tapi tidak ada jalan seperti lorong, jalurnya lebih terbuka. Pemandangan bawah sudah dapat dilihat pada jalur ini. Indahnya langit yang berwarna jingga menambah semangat kami menuju puncak.

Perjalanan menuju Pos 7 menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Pos 7 (Samyang Kendit) berada pada ketinggian 3040 mdpl. Disini terdapat satu gubuk warga sebagai warung. Ya, warung warga hanya sampai pada Pos 7 ya teman-teman. Pada Pos 7 dapat dipakai untuk ngecamp, namun, pada daerah ini kurang dianjurkan karena tempatnya yang tidak terlalu luas. Mungkin, hanya bisa dibangun sebanyak 3-4 tenda saja. Tentunya karena sudah semakin naik, suhu disini juga semakin dingin.

 POS 7 – POS 8

Selesai beribadah, kami pun melanjutkan perjalanan kami. Perjalanan menuju Pos 8 tidak lah jauh. Hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Pos 8 (Samyang Jampang) berada pada ketinggian 3092 mdpl. Pada pos ini hanya berupa lahan yang kecil dan tidak bisa untuk membangun camp, mungkin jika ingin beristirahat, dapat membangun camp darurat dengan flysheet.

POS 8 – POS 9

Karena jarak yang dekat dari Pos 7 tadi, kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Jalur pendakian menuju Pos 9 berupa vegetasi terbuka dengan angin yang cukup besar. Suhu di sini sudah mulai membuat badan menggigil. Perjalanan kami menuju Pos 9 hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Jalur disini mulai menanjak tajam dan jalan berupa tanah.

Pada Pos 9 (Plawangan) berada pada ketinggian 3172 mdpl. Dapat dilihat pemandangan indah dari sekitaran Gunung Slamet, terpampar nyata juga Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prau. Sangat indah sekali!  Pada Pos 9 suhu sudah menunjukkan -2𝇈C, untuk kalian yang tidak tahan dingin, harap bersiap ya!

Sebelum naik ke puncak, sarapan dulu yuk!

POS 9 – PUNCAK

Jalur pendakian menuju puncak berisi batu, kerikil dan reruntuhan pasir yang mudah gugur. Pasir dan kerikil dominan bewarna merah. Harus extra hati-hati jika akan summit. karena harus memilih jalan yang aman dan tidak meruntuhkan batu dibawahnya. Suhu summit tidak terlalu dingin, lebih dominan panas, karena pada summit kita akan mengeluarkan tenaga lebih karena tracking yang sangat menanjak.

Perjalanan summit menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan ketinggian 3428 mdpl. Pada puncak Gunung Slamet ada kawahnya. Para pendaki ramai berada di puncak, bergantian untuk mengambil momen di puncak Gunung Slamet. Dan kami Magmagama, dengan 10 orang dapat menaklukan puncak Gunung Slamet!

Mengejar yang tak terdengar

Aku tak rela jika harus ada rasa ini,namun semua kembali kepada Tuhan.Ia melapangkan dada ini untuk melampauinya.

Sementara dikedalaman nurani aku bergelut dengan rasa yang seolah ingin mengungkapkan kemarahan,tubuh ini rapuh menunggu kematian atas penyakit menahun yang kualami

Pagi itu aku bertemu dengan dia yang selama ini kucintai lewat diamku.aku mengaggumimu wahai wanita perampas jiwa.entah sejak kapan aku terpesona olehnya.

Dia memakai parfum yang selalu membuatku berdebar saat menciumnya di beranda ruangan.karna pasti saat itu dia akan mendekat,dan mengatakan “bagaimana keadaanmu pagi ini?”.namun entah kenapa sejak waktu dia datang aku merasa baik baik saja,namun setelah dia pergi rasa sakit ini kembali menemani hari hariku.

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai